setidaknya malam tadi adalah kesekian kalinya listrik padam
untuk kesekian kalinya juga PLN berjanji tidak akan ada lagi pemadaman.
untuk kesekian kalinya juga masyarakat (pelanggan) merasa dirugikan.
untuk kesekian kalinya juga masalah ini selalu diberitakan.
dan untuk kesekian kalinya juga kita tidak pernah sadar dengan apa yang terjadi sebenarnya.
listrik dan kehidupan adalah dua hal yang kita anggap sangat penting, saking pentingnya untuk pemadaman hanya 5 menit saja tidak terhitung jumlah pengaduan ke operator PLN. apalagi sampai berjam-jam, ngk kebayang …….
di negera tercinta ini, maslah listrik adalah hal yang sangat menarik. sebagai bangsa yang menganut adat ketimuran dengan pertimbangan kemanusiaan dan rasa keadilan dan lain-lain maka listrik di kuasai pemerintah.
namun rasa kenyamanan terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah kepada rakyat sepertinya tidak pernah balance. ada saja percikan kecil yang menjadi ganjaran pelayana prima. kini wacana penjualan PLN kepada pihak asing semakin menguat. akankah nasib PLN sama seperti telkom, indosat, dan lainnya yang menjanjilkan kesejahteraan bagi rakyat ternyata tidak.
entah alasan apalagi yang diberikan pemerintah ataupun “penguasa PLN” untuk “memperdaya” rakyat sehingga memuluskan penjualan PLN ke investor asing. lagi-lagi janji untuk perbaikan dan peningkatan pelayanan serta kesejahteraan dikumandangkan nyaring.
pemadaman bergantian hanyalah sebagian kecil dari rencana besar para penghianat bangsa ini untuk mengambil keuntungan pribadi, keluarga dan kelompok.