bergetar Hp di saku
sudah 5 bulan ini Hp kugetarkan
tak ada suara, hanya getar
toh tak mengurangi adapnya
tetap bergetar sering
di ujung sana terdengar suara pejabat terhormat
dengan manis meminta datang karena sesuatu hal
“datang dululah, biar enak bicaranya”, melasnya
ku coba berikan alasan “tidak”
toh si pejabat tak bergeming
“ok, kita makan dulu baru bicara”, tawarnya
ini baru cocok, jawabku
ku tunggu di tempat keramat, pejabat itu pun berlalu
motor jangkrik ku paksa berlari kuda
asap putih mengepul dari belakang
binyar nyaring membelah kota tercinta
“silakan masuk, sudah ditunggu bapak”, pria tegap datang menghampiri
ku buka jaket hitam kebanggaan
si pejabat melambaikan tangan tanda keramahannya
“silahkan, mau makan apa neh”, pria perlente ini membuka wacana
“biasa pak. bebek peking”, pintaku
dasar jurnalis, mintanya yang aneh-aneh, mana ada di sini, katanya
siapa tahu ada menu baru, jawabku sekenanya
pesan seperti ini aja, katanya
yup.
besok ada giat mau bantu korban kebakaran
tolong dibantu biarĀ masyarakat tahu
tolong juga hubungi rekan yang lain biar rame
masalah yang satunya bisa diurus belakangan
ok, pak bos, ucapku
buat seolah-olah menjadi empati yang besar, pintanya
tapi…mengapa kebakaran
padahal cuma 1 buah rumah
ya,….kalau mau bantu ngak papakan walaupun hanya sebuah rumah
tapi yang ini tidak potensial, sahutku
iya, ini hanya salam pembuka
nanti kalau mau yang besar kita buat bersama
biar bisa dapat proyek lagi, hahaha….
lele panggang dilahapnya habis
orange jus disedotnya tak bersisa
sungguh hari yang panas
emangnya proyek apa pak
ah..ngak elok kita bicarakan disini
dinding punya telinga
nanti saatnya akan tiba
dimana ibu-ibu tak bisa beli sayur lagi,
anak-anak tak bisa beli mainan
para bapak tak bisa beli pakaian
dan banyak orang berjulanan di jalan
maksud pak bos…?
tahu sendirilah, kalau yang ini proyeknya bisa besar , hahaha..
nanti kita buat seoah kita yang paling perduli
wah…repot tu pak !
cuma sebentar, ngak papa kan
biar bisa buat anak cucu
habiskan, udah dibayar nanti mubazir, katanya dengan alim
saya duluan, sore ini ada coffe break di gubernuran
o, ya sekedar untuk menghubungi rekan yang lain besok
amplop putih tebal berwarna merah didalamnya menyembul keluar
sendiri di ruang berAC
membuat merinding hati
perlahan dan pasti semua sajian menghilang
kesepakatan dengan siapa aku tadi…..?
apa yang ku makan tadi…..?
sedang apa aku disini…?
kepala ini terasa diikat rantai berduri
bangun bos, sudah magrib ayo kita ke langgar
guncahan seorang teman membangunkan lamunanku